Mewaspadai  Pengaruh Negatif Televisi Terhadap anak

Mewaspadai Pengaruh Negatif Televisi Terhadap anak

mewaspadai pengaruh negatif televisi terhadap anak

Televisi merupakan hasil perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Dari mulai radio yang hanya bisa kita dengar suaranya dan sekarang televisi yang mempunyai audio visual yang dapat menarik perhatian khalayak.

Tidak bisa kita pungkiri bahwasannya televisi sekarang ini merupakan media terpopuler selain gadget.

Tiap hari orang – orang selalu melihat acara yang ditampilkan di televisi.

Namun terkadang acara – acara televise banyak yang tidak sesuai dengan norma – norma yang ada di Negara kita.

Banyak fakta yang ditemukan sehubungan dengan penanyangan televisi yaitu :

  • Pemirsanya kebanyakan anak –anak dan ini merupakan kelompok pemirsa yang rawan terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh penanyangan siaran televisi.
  • Menurut data yang terlansir tahun 2002 mengenai jumlah jam untuk menonton televisi pada anak di Indonesia adalah sekitar 30-35 jam/minggu. Angka ini merupakan angka yang lebih besar terhadap angka jam belajar mereka yang tidak sampai 1.000 jam/tahun.
  • Tidak banyak acara televisi yang diperuntukkan untuk anak, sehingga kita harus benar – benar menyeleksi acara yang diperuntukkan oleh anak – anak kita.
  • Ada 3 kategori acara televisi yang ada yaitu aman, hati – hati dan tidak aman

Baca Juga : Kantin sekolah sangat diperlukan para siswa

Dengan fakta – fakta yang telah ditunjukkan diatas maka sebaiknya kita mengurangi menonton acara di televisi atau kalau toh kita menonton televisi kita harus mendampingi anak – anak kita supaya pengaruh buruk televisi bisa kita minimalisir.

Mengapa kita harus mengurangi menonton televisi, ini dikarenakan :

  1. Akan berpengaruh terhadap perkembangan otak

Otak kita akan selalu kepikiran dengan acara yang telah kita tonton. Sehingga kita atau anak kita tidak ada daya kreativitasnya.

  1. Mendorong kita berperilaku konsumtif.

Banyak sekali iklan – iklan yang ditayangan menyelingi acara pokok, sehingga kita secara tidak sadar digiring untuk mencoba iklan – iklan yang ditayangkan tadi.

  1. Berpengaruh terhadap sikap.

Anak – anak kita akan dipengaruhi oleh sikap – sikap atau perilaku dari para pemain sinetron atau acara yang lainnya. Mereka / anak – anak kita akan meniru tanpa dipikir apa sikap atau perilaku itu benar atau tidak.

  1. Mengurangi semangat untuk belajar.

Kalau sudah keranjinan menonton televisi, mereka setiap saat akan minta menonton acara televisi sehingga belajar mereka sedikit sekali dibandingkan mereka menonton acara televisi.

  1. Meniru adegan yang tidak pantas untuk ditiru, perkelahian, kata – kata kotor dan kasar dan lain sebagainya.

Anak – anak biasanya meniru sesuatu tanpa pikir panjang dan takutnya lewat tontonan TV mereka mempraktekkan adegan yang dilakukan oleh aktor dan aktris yang ada di TV. Anak – anak kita akan menjadi anak yang temperamen, emosional dan egois.

  1. Dapat merenggankan hubungan pertemanan.

Anak – anak kita yang sering melihat televisi tidak mau lagi bermain bersama teman mereka di luar rumah, sehingga mereka kurang sekali sosialisasinya.

  1. Meningkatkan kemungkinan obesitas.

Kalau kita sering menonton acara televisi dan tidak banyak gerak maka kita akan mengalami yang dinamakan obesitas/ kegemukan. Dan ngemil makanan ringan jadi tidak terkontrol sehingga kita tidak terasa menghabiskan makanan ringan tersebut sambil menonton TV.

  1. Mempengaruhi kreativitas.

Anak yang suka pada acara tontonan TV menyebabkan anak – anak kita menjadi malas untuk berkreativitas. Hanya meniru dan mempraktekkan apa yang ada di acara TV tersebut, malas berpikir yang menyebabkan otak mereka tumpul akan kreativitas.

  1. Mengampangkan masalah.

Anak kalau disuruh melakukan sesuatu selalu mengatakan ya nanti setelah nonton TV, namun selalu sering tidak dikerjakan. Ini karena mereka masih menonton acara TV yang mereka senangi. Ini yang membuat kita kadang jengkel dan marah karena keadaan seperti ini.

  1. Matang secara kepribadian lebih cepat.

Anak selalu mencontoh tokoh – tokoh yang ada di acara yang mereka tonton. Sehingga mereka lagak seperti orang dewasa. Dan melalukan hal – hal yang dilakukan oleh orang dewasa.

Lantas bagaiman kalau kita matikan TV dan melakukan pekerjaan yang bermanfaat lainnya. Apa Manfaat HARI TANPA TV?

Kalau TV dalam keadaan mati, banyak hal yang bisa dilakukan anak –anak kita, kita jadi punya kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga, bersedau gurau bersama, dan melakukan pekerjaan bersama – sama.

Baca Juga : SM3T, Konsep Mengajar Dengan Hati Yang Berhasil

Apa saja yang bisa kita lakukan apabila TV kita mati , mari kita simak penjelasan berikut:

  1. Membersihkan rumah dan halaman rumah

Kita bisa bersama – sama membersihkan rumah dan halaman yang kotor atau berantakan. Membersihkan rumah dan halaman rumah dengan perasaan ceria bersama keluarga.

  1. Berkebun

Pada hari yang cerah kita bisa berkebun bersama, menanam pohon, memberi pupuk tanaman atau memanen tamanan yang sedang berbuah.

  1. Memasak bersama ibu di rumah

Mencoba resep baru bersama ibu merupakan kegiatan yang bisa dilakukan selain nonton TV. Setelah matang masakan yang baru kita buat, kita makan bersama sekeluarga. Sungguh nikmat rasanya apabila bisa memasak dan menikmatinya bersama.

  1. Bersepeda

Olah raga sepeda lebih menyenangkan apabila dilakukan bersama – sama orang yang kita cintai. Badan akan lebih sehat, dan jiwa menjadi kuat.

  1. Berolah raga

Senam kesegaran jasmani yang sering diadakan di area kampung atau perumahan bisa kita jadikan alternative kegiatan selain nonton acara di TV.

  1. Mengerjakan ketrampilan

Membuah prakarya yang membuat kita lebih kreatif dan membuat kita mempunyai banyak ide – ide untuk berkarya yang lebih bagus

  1. Jalan – jalan

Jalan – jalan pagi sekalian berolah raga akan membuat badan sehat dan pikiran bersih, melihat pemandangan yang indah dan sejuk di pagi hari membuat hati menjadi lebih tentram.

  1. Bermain permainan tradisional bersama teman

Bermain kelereng bersama teman, petak umpet, lompat tali, dakon, atau yang lainnya akan membuat sportivitas kita menjadi lebih baik.

  1. Mendengarkan radio atau membaca Koran

Dengan mendengarkan radio dan membaca Koran akan menambah wawasan kita menjadi lebih banyak. Informasi – informasi yang disajikan akan membuat pengetahuan kita bertambah.

  1. Bercengkrama bersama keluarga

Bercengkrama bersama keluarga akan membuat hubungan kekeluargaan lebih erat. Kita bisa saling sharing pengalaman di sekolah, di tempat kerja atau pengalaman di luar rumah.

Dengan melakukan hal- hal yang positif selain menonton TV, kita bisa membuat anak – anak kita menjadi anak yang berkualitas dalam hal akademik maupun non akademik. Bisa memperoleh nilai yang bagus untuk sekolahnya, menghargai orang lain, berjiwa santun dan berakhlak mulia.