Kisah Pilu 2 Bocah Ganjal Perut dengan Pisang Setiap Hari

Kisah Pilu 2 Bocah Ganjal Perut dengan Pisang Setiap Hari

Bocah pilu bertarung melawan kerasnya hidup

Ada dua bocah yang berasal dari Sulawesi Barat yang berjuang dengan kerasnya kehidupan hidup. Mereka harus mencari makan sendiri setelah mereka orang tua mereka berpisah.

Mereka tinggal di gubuk reot di belakang bekas bioskop Madya disamping kantor pos Kelurahan Polewali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Dan mereka sekarang masih tercatat sebagai pelajar di bangku sekolah dasar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Di gubuk reot itu  mereka berteduh dari  panasnya matahari dan berlindung dari dinginnya angin malam. Keduanya menghabiskan hari-hari mereka tanpa ayah dan ibu.

Setelah  pulang sekolah di SD Negeri 029 Pantai Bahari Kabupaten Polewali, Tiara yang sekarang duduk di bangku kelas empat dan adiknya, Citra, yang sekarang duduk di bangku kelas dua tidak langsung tidur. Mereka mengganti pakaian sekolahnya kemudian pergi ke sana kemari berharap ada belas kasih dari orang yang berada di jalan.

Setelah mereka mendapatka uang, mereka lalu membelikan buah pisang untuk mengganjal perut mereka. Menu itu yaitu buah pisang menjadi menu rutin setiap hari buat mereka.

Kehidupan pilu kedua bocah itu sudah berlangsung selama 1 bulan lebih. Penderitaannya berakhir setelah petugas mendapatkan informasi tentang bocah malang itu.

Andi anggota Babinkamtibmas Polres Polman menuturkan, mimpi buruk kedua anak itu bermula saat kedua orangtuanya berpisah. Ayahnya yang bernama Rusli alias Kulli awalnya memenuhi kebutuhan hidup sang anak. Namun kemudian, sebulan lalu dia pergi ke daerah Kabupaten Palopo, Sulsel, untuk bekerja.

“Selama kepergian itu, ayahnya tak pernah datang memberikan biaya hidup dan tak ada kabar beritanya,” ucap Andi.

Usai mengetahui hal itu, Andi tak buang waktu. Ia kemudian langsung berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Polman AKP Jefson Sitorus, Kanit Reskrim Polsek Polewali Bripka Sastri, dan Kanit PPA Aiptu Rusli. Mereka juga berkoordinasi dengan Kementerian Sosial Kabupaten Polewali.

Kedua anak itu akhirnya dibawa ke Dinas Sosial untuk dirawat dan diberikan hak untuk hidup layak.

Sumber : liputan6.com